Kamis, 8 November 2018, para santri kelas Islamic Thought (PRISTAC) berkunjung ke SMA International Islamic High School (IIHS) di Gedung Palma One, Kuningan, Jakarta. Kunjungan kali ini dalam rangka sharing penulisan buku (bedah buku) dan presentasi makalah ilmiah. Sharing buku langsung diisi oleh penulis buku, Fatih Madini (16 tahun). Sedangkan presentasi makalah disampaikan oleh empat santri, yaitu Zain, Musa, Faris dan Fatih Madini.

Ratusan siswa-siswi SMA IIHS sangat antusias terhadap pemaparan Fatih dalam penulisan buku yang berjudul “Mewujudkan Insan dan Peradaban Mulia”. Mereka banyak bertanya tentang kiat-kiat menulis buku di usia muda. Begitu juga ketika mendengarkan presentasi makalah para santri. Mereka sangat salut kepada pemakalah yang masih muda tapi mampu menulis makalah dengan tema yang cukup berat.

Zain, menulis tentang Pandangan Islam terhadap Sastra Modern. Musa menulis tentang Kritik Syekh Nawawi al-Bantani Terhadap Tafsir Kelompok Liberal. Faris mengkaji Konsep Remaja Menurut Hurlock, dan Fatih Madini mengkaji konsep pendidikan Syekh Abdusshomad Al-Falimbani.

Ust. Dedi, Guru Agama IIHS mengatakan bahwa tulisan santri-santri PRISTAC sudah seperti makalah mahasiswa S-2. Bahkan Pak Yoyok juga mendukung agar para siswa SMA IIHS dapat meneladani apa yang dilakukan para santri PRISTAC ini.

“Saya sejak awal sangat salut dengan penampilan dan penyampaian materi para santri ini. Luar biasa, ini perlu diteladani oleh siswa-siswa IIHS,” ujar Pak Yoyok Sugiarto, Principal SMA IIHS menambahkan.

Acara ini adalah bagian dari persiapan Rihlah Ilmiah santri-santri PRISTAC ke Kuala Lumpur, Malaysia, akhir November nanti. Di sana mereka akan kembali menyampaikan makalahnya di beberapa lembaga pendidikan yang ada, bersama siswa, mahasiswa dan warga Indonesia di Malaysia.

Semoga usaha santri-santri PRISTAC ini menjadi ilmu yang bermanfaat dan menjadi model pendidikan berbasis adab di Indonesia dan semoga siswa-siswi SMA IIHS dapat meneladani apa yang dilakukan temannya dari PRISTAC ini. Insyallah.