Cara Menghafal Al-Qur’an Dengan Cepat dan Mudah

Cara Menghafal Al-Qur’an – Impian setiap kamu muslim salah satunya adalah mampu menghafal Al-Qur’an. Hal ini sangatlah mudah, sebenarnya sebab Allah SWT sendiri yang mengatakan bahwa Al-Qur’an itu mudah. Ini berlaku bagi siapa pun, termasuk anda.

Namun kenyataanya, banyak juga orang yang sangat sulit untuk menghafal Al-Qur’an. Jangankan satu ayat, terkadang baru setengah ayat, sudah cepat lupa.

Nah, bagi anda yang bertekad dan bersungguh-sungguh ingin menghapal Al Qur’an namun sangat sulit melakukannya, Inshallah kami akan berbagi ilmu cara menghafal Al Qur’an dengan cepat dan mudah.

Berikut ini beberapa cara menghafal Al-Qur’an dengan mudah dan cepat.

1. Niat Ikhlas Karena Allah

عَنْ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ وَلِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لدُنْيَا يُصِيبُهَا أَوِ امْرَأَةٍ يَتَزَوَّجُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ

Dari Umar radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Amal itu tergantung niatnya, dan seseorang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, dan barang siapa yang hijrahnya karena dunia atau karena wanita yang hendak dinikahinya, maka hijrahnya itu sesuai ke mana ia hijrah.” (HR. Bukhari, Muslim, dan empat imam Ahli Hadits)

Hadits di atas sudah sangat jelas. Segala sesuatu diawali dengan niat. Maka, tanyakan kepada diri Anda sendiri. Apa niat Anda sebelum menghafal Al Qur’an? Apakah karena ingin lulus dari sebuah tingkatan sekolah? Apakah karena ingin dipuji? Apakah karena ingin menyenangkan hati orangtua? dan lain sebagainya.

Jika memang ini adalah salah satu dari niat awal Anda menghafal Al Qur’an, tentu saja Anda akan sangat sulit untuk menghafalkannya. Dalam menghafal Al-Qur’an, niat harus benar-benar murni karena ingin mendapatkan ridho Allah Ta’ala. Ada pun nikmat dunia, insya Allah akan berikan kepada para penghafal Al-Qur’an.

Kemudian bila anda merasa telah ikhlas semata karena anda menghafal, lalu masih merasa kesulitan, bersabarlah. Inshallah, Allah SWT akan memberikan kemudahan beberapa waktu kemudian. Atau mungkin, Allah menghendaki pahala yang banyak kepada Anda dengan terus mengulangi ayat demi ayat Al-Qur’an. Tetap berpikir positif dan Khusnudzon dengan takdir Allah.

2. Mulai dari sekarang

Kalau anda tidak segera mulai menghafal, kapan anda dapat menyelesaikan hafalan tiga juz. Tidak perlu menunggu momen yang tepat. Mulailah menghafal sedikit demi sedikit dari sekarang. Menunda-nunda waktu akan membuat semangat anda untuk khatam 30 juz perlahan akan luntur.

3. Menghafal dari satu cetakan Mushaf

Menghafal Al-Qur’an dari cetakan yang sama akan sangat berpengaruh pada kecepatan menghafal anda. Hafalan akan lebih mudah lengket dalam memori anda, bila mushaf yang anda gunakan dari satu cetakan yang sama. Sangat tidak disarankan bergonta-ganti mushaf dalam menghafal, karena sangat mempengaruhi kecepatan hafalan, maupun kekuatan hafalan.

Selain Cetakan yang sama, gunakan Al-Qur’an yang lebih mudah anda baca. Anda bisa membeli Al-Qur’an dari cetakan-cetakan yang terkenal lalu konsisten menggunakan mushaf tersebut, baik saat masih menghafal maupun setelah anda selesai menghafal dan mulai masuk pada tahap murojaah.

4. Bcalah berulang-ulang

Tidak ada orang yang bisa menghafal banyak ayat-ayat Al-Qur’an bila malas membaca dan mengulang-ulang ayat tersebut. Ketahuilah mereka yang terkenal cepat hafalannya, kesungguhannya mengulang-ulang ayat yang mereka hafal itulah kuncinya. Semakin sering anda mengulangi satu ayat, akan lebih mudah ayat tersebut lengket diingatan anda.

5. Menyetor hapalan di depan guru/ Qori yang Mahir

Berapa pun ayat yang anda hafal, setorkan kepada orang yang bacaannya bagus dan faham ilmu tajwid. seperti imam-imam masjid, guru tahfiz, guru ngaji di mana pun. Alhamdulillah, beberapa guru asrama di SMA IIHS adalah para Qori dan Qoriah yang hapalannya sudah bagus. Para murid SMA IIHS diwajibkan murajaah setiap Subuh dan setelah sholat maghrib. Hal ini akan membuat target hapalan yang merupakan salah satu syarat dan target kelulusan alumni SMA IIHS (1 juz) dapat tercapai.

Dalam menyetor hafalan, Anda tidak mesti menunggu sampai satu lembar atau satu halaman baru menyetorkannya. Kalau dalam satu hari cuma bisa hafal satu ayat, setorkan yang telah anda dapat hafal hari itu. Dengan menyetorkan hafalan, motivasi untuk menambah hafalan baru akan lebih meningkat.

Setoran hafalan akan semakin baik jika kepada orang yang paham ilmu tajwid. Ini akan sangat berpengaruh pada bagus tidaknya hafalan anda. Bila anda menyetorkan hafalan kepada orang yang tidak ahli, boleh jadi dia melewatkan kesalahan yang anda lakukan dalam menghafal, dan anda pun tetap dalam kesalahan tersebut.

6. Hapal dalam waktu terbaik Anda.

Secara umum, waktu terbaik untuk menghafal adalah sebelum dan setelah fajar. Namun, setiap orang memiliki waktu yang berbeda dalam menghafal Al Qur’an. Namun, waktu yang hening dan tenang seperti Subuh merupakan waktu terbaik sebab otak masih dalam keadaan segar. Anda disarankan tidak begadang malamnya dengan tidur yang cukup. Awali dengan shalat tahajud dan meminta dipermudah dalam menghafal Al Qur’an kepada Allah SWT.

Jika Anda nyaman menghafal dalam waktu Dhuha, silahkan saja. Sebagian yang lain akan menghafal setelah Zuhur maupun Ashar. Temukan waktu terbaikmu dalam menghafal Al Qur’an.

7. Tidak menghafal Al Qur’an sekaligus

Saat baru mulai menghafal, jangan paksakan diri anda menghafal Al-Qur’an dalam jumlah yang banyak sekaligus. Bersabarlah dalam menghafal sedikit demi sedikit secara konsisten jauh lebih baik.

Anda boleh-boleh saja menghafal dan menyetorkan hafalan setiap hari dengan jumlah yang banyak, misal seperempat juz, namun hal itu harus diimbangi dengan waktu murojaah yang lebih banyak pula. Hal ini untuk tetap menjaga kekokohan hafalan anda. Sehingga hapalan Anda akan terjaga.

8. Konsistensi Dalam Durasi

Komitmenlah pada durasi waktu anda menghafal, bukan pada jumlah ayat yang harus anda hafal. Bila anda biasanya menghafal selama satu jam setiap hari, komitmenlah dengan satu jam tersebut. Berapa ayat pun yang anda hafal, yang terpenting anda harus mengahfal selama satu jam.

9. Temukan metode terbaikmu!

Setiap orang punya cara yang lebih mudah untuk meghafal. Jangan paksakan mengikuti suatu metode menghafal hanya karena orang lain bisa menghafal cepat dengan metode tersebut. Anda boleh mencobanya, bila sesuai, ikuti. Bila tidak sesuai, sebaiknya pakai metode yang lain yang membuat Anda nyaman dan mengerjakannya dengan konsisten.

10. Ulangi hafalan dalam bacaan sholat

Manfaatkan waktu sebelum atau sesudah sholat wajib lima waktu untuk menghafal atau mengulangi hafalan. Sisihkan waktu minimal 10 menit dan konsistenlah. Anda bisa manfaatkan waktu menunggu waktu sholat sambil mengulangi hafalan. Dengan demikian, anda juga bisa sholat tepat waktu lima kali sehari.

Bila anda konsisten mengulangi hafalan 15 atau 20 menit sebelum atau sesudah sholat wajib lima kali sehari, maka insya Allah hafalan anda bisa tetap terjaga tanpa memberatkan anda terkait dengan waktu menghafal.

11. Luangkan Waktu Khusus

Selain waktu sholat wajib 5 kali sehari, anda juga harus meluangkan waktu khusus setiap hari untuk murojaah hafalan. Ini demi kelancaran dan kekokohan hafalan anda. Semakin banyak hafalan anda, semakin banyak pula waktu yang harus anda alokasikan untuk mengulang.

12. Kurangi Makan, Bicara dan Tidur

Tanpa disadari, hal-hal diatas sangat berpengaruh pada kecepatan hafalan dan kemampuan mengingat hafalan. Banyak tidur, makan, dan berbicara akan membuat otak menjadi lemah dalam menghafal, terutama dalam menghafal Al-Qur’an. Allah menyukai segala hal yang cukup dan tidak berlebihan.

13. Niatkan bukan untuk Khatam tapi Kesetiaan

Saat mulai menghafal, niatkan untuk menghafal bukan untuk khatam tapi untuk setia dengan Al-Qur’an, agar setelah menyelesaikan hafalan 30 juz, anda tidak meninggalkan Al-Qur’an dan tetap semangat mengulang hafalan. Tetap menjaga metode dalam Cara Menghafal Al-Qur’an yang Anda sukai karena dengan demikian akan lebih membuat Anda senang dengan Al-Qur’an.

14. Banyaklah berdoa

Sebagai manusia, kita hanya bisa berusaha. Namun, Allah-lah yang menentukan dengan kehendaknya. Karena itu, perbanyaklah doa memohon kekuatan hafalan. Gunakan waktu-waktu doa mustajab untuk memohon agar Allah memberikan anda semangat dan kemudahan dalam menghafal Al Qur’an.

Semoga tips di atas dapat dipahami dan mampu dipraktekkan dengan baik. Semangat dalam menjemput ilmu Allah SWT. Aamiin Ya Rabbal’alamin.

How to Study for a Big Test

Prepare for Big test

1. Prepare in class. Ideally, you have read the books, listened attentively in class, asked brilliant questions and taken copious notes. On the other hand, if you are taking a giant standardized test, you have done all the things necessary (besides actually study) to prepare.

2. Prepare your study area. Get your notes, books, highlighters, pens, stickynotes, notepads and flashcards together. Find an area that works for you. Avoid places like coffee shops if you tend to get distracted. If possible, pick a place you can call “study home,” so you do not have to waste time gathering up your stuff every time you study.

3Create a study schedule. Decide which topics you will study when. Dividing tasks is especially valuable when conquering multi-subject tests, such as standardized tests, as well as entrance and exit exams. Make sure to build in breaks to eat and relax. Read on for more information of how to fill in your study schedule.

4. Preview before you study. Before you start a study session, preview what you will study that day. Do this by looking over the outline of a book chapter or your notes. Write the outline out or say it aloud if it helps you. The purpose of this is to get a general grasp of the material you will cover. Spend about 15 minutes to one-half hour previewing each day.

5. Study. Read through your notes or books in detail. Fill in gaps in the notes and take new notes when appropriate. During this time, you can make flashcards or lists of tricky vocabulary or concepts.

6Incorporate output activities into every study session. Depending on how you learn, this can be from 25 to 50 percent of your study time. “Output” means actively working through practice questions, writing concepts down from memory, presenting the information to a study buddy or friend or quizzing yourself from your flashcards or some other way. The important thing is to practice focused output, where you rely only on your memory.

7. Review after each study session to help convert information stored in the short-term memory into longer-term memory. Always leave about a half hour to review what you studied that day before you go to bed. If you made flashcards, read over them. Skim your outlines. Glance through that book chapter once more. This should be the information you studied that day and it is important that you do this right before you go to sleep.

8. Review weekly.If you have planned and are not cramming for your big exam, you should review the week’s study notes at the end of every week. This is yet another way to get those short-term memories converted into longer-term memories.

9. Cram only in emergencies and preferably not for big exams. If you must cram, try to make it rare, because it is not very healthy and you generally will not retain the information after the test. Pick the highest yield material only (that’s the stuff that the instructor talked about more than once and had you read about) and then study only about 80 percent of that. If you only have a night or two, that likely means some caffeine and sleep-deprivation will be necessary. For cramming, skip the studying and head straight to rote memory, with lots of repetitious output. You will not be retaining this information for the long, but you might retain enough in your short-term memory for the exam.

Mengapa Harus Islamic Boarding School?

Begitu banyak sekolah di Indonesia dengan mengusung berbagai tema, lalu mengapa para orangtua harus memilih Islamic Boarding School?

Mungkin beberapa alasan ini dapat menjadi alasan bagi Anda para orangtua murid yang mencari sekolah dengan dasar keislaman dan fasilitas yang memadai demi terciptanya masa depan yang lebih baik.

1. Lingkungan yang Terkondisikan

Seharusnya bagi orang tua yang telah menyekolahkan anaknya di Islamic Boarding School sudah tidak ada kekhawatiran lagi dengan pergaulan anaknya karena di setiap asrama sudah difasilitasi dengan Guru Pendamping Asrama yang selalu standby mengkondisikan siswa yang ada di asrama tersebut. Salah satu perilaku yang tidak dijumpai di sekolah umum adalah pergaulan antara laki-laki dan perempuan. Di Islamic Boarding School Jakarta, seperti SMP IISS dan SMA IIHS, antara anak laki-laki dan perempuan dipisahkan tempatnya. Asrama Putra beradad di Patra Jasa dan Asrama PUtri di Jl. Teuku Umar No.9 Menteng. Tentu saja untuk transportasi, pihak sekolah sudah menyediakan armada bis sekolah yang memadai para siswa-siswi menuju sekolah maupun ke moda lainnya.

2. Pergaulan Anak Terpantau

Dengan adanya Guru Pendamping Asrama maka pergaluan anak akan terpantau dengan baik. Tugas dari Guru Pendamping Asrama ini adalah memberikan pengarahan dan bimbingan serta mengawasi tingkah laku anak di asrama. Apabila anak melakukan tindakan yang tidak terpuji, maka segera Guru Pendamping inilah yang menyelesaikannya.

3. Membentengi Anak dari Kontaminasi Pengaruh Luar

Sudah tidak dapat dipungkiri lagi, dengan berkembangnya teknologi informasi terutama TV, gadget dan Internet, kini semakin banyak perilaku-perilaku negatif di masyarakat yang semakin meluas. Sedangkan kalau di Islamic Boarding School, terdapat aturan yang melarang siswa untuk membawa HP, TV dan peralatan komunikasi yang lain. Sehingga pengaruh luar yang cenderung banyak negatifnya itu dapat diminimalisir.

4. Kerukunan dan Kekeluargaan yang Kuat

Karena merasa senasib dan bertempat tinggal yang sama serta kesehariannya juga dilakukan secara bersama-sama maka kerukunan dan kekeluargaan antar siswa sangat kuat. Hal ini pasti tidak akan Anda jumpai di sekolah umum.

5. Menghindari Kesenjangan Sosial

Semua siswa yang berada di asrma tidak diperkenankan membawa peralatan-peralatan elektronik dan barang-barang kebutuhan pribadi yang tidak mendukung proses pembelajaran dan kegiatan di asrama. Sehingga semua siswa yang berada di asrma memiliki kesamaan dalam kegiatan dan jenis makanan yang dimakan.

6. Integrasi Sekolah dengan Pondok Pesantren

Selain mendapatkan ilmu umum seperti layaknya di sekolah umum, siswa yang sekolah di Islamic Boarding School juga diberikan ilmu keagamaan yang sama dengan anak pondok pesantren. Jadi dengan sekolah di  Islamic Boarding School akan mendapatkan dua ilmu sekaligus, yaitu ilmu dunia dan akhirat.

7. Pertimbangan Akademik
Bagi sekolah umum yang sudah favorit memiliki fasilitas yang sangat luar biasa untuk meningkatkan prestasi anak didiknya. Mulai dari penambahan jam pelajaran hingga tugas-tugas yang sangat padat. Nah, jika Anda menginginkan anak untuk sekolah umum sambil pondok pesantren secara terpisah (tidak Boarding School) pasti akan mengalami tekanan yang luar biasa. Kalau dirangking kemungkinan sulit untuk menduduki rangking atas karena membutuhkan usaha yang sangat keras. Disinilah tempat menimba ilmu dan Inshallah semua bisa dijalani dengan baik dan mampu untuk lulus dengan nilai yang baik pula.

Ket: Dari segala sumber